Selamat datang di blog Yudi Friansyah, Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk rekan semua

Jumat, 12 Agustus 2011

Oogenesis

Posted by rafly 04.49, under | No comments

Oogenesis adalah proses pembentukan, perkembangan pematangan oosit hingga mampu dibuahi, oogenesis berlangsung dalm ovarium dibawah control hormone gonadotropin, kelenjar hipofisis menghasulan hormone FSH yang merangsang etumbuhan sel-sel folikel dikelilingi ovum, ovum yang matang di selubungi sel sel folikel yang disebut folikel deGraaf, folikel degraaf menghasilkan hormone estrogen, hormone estrogen merangsang kelenjar ipofisis untuk mengekresikan hormone LH, hormone LH merangsang terjadinya ovulasi, selanjutnya folikel yangsudah kosong dirangsang oleh Lh untuk enjadi badan kuning atau kopus luteum, korpus luteum kemmudian menghasilkan hormone progesterone yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH, kemudian korpus leuteum mengecil dan menghilang, sehingga akhirnya tiak membentuk progesterone lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali. (Wildan yatim, 1994)

Di dalam janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium, oogonium akan berkembang menjadi oosit primer, saaat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase, pada pembelahan miosis, oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas (http://wikipedia/embriolog/ovarium.htm)
Ovarium menghasilkan ovum, ovarium disebut jugan dengan indung telur, letak ovarium disebelah kiri dan akanan rongga perut bagian bawah, ovarium berhasil memproduksi sel telur jika wanita telah dewasa dan menglami siklus menstruasi, setelah sel telur masak, akan terjadiovulasi yaitu pelepasan sel telur dan ovarium, ovulasi terjadi setian 28 hari, sel telur disebut juga dengan ovum.
Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina pada hewan dan manusia, pada mahluk vertebrata termasuk manusia, mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormone, sebagian besar burung hanyamemiliki satu ovarium, yang dapat berfungsi dengan baik, dan ular memiliki ovarium yang terususun baris.

Fungsi
Di dalam ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis), didalamproses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel, pada manusia perkembangan oogenesis dari oogonium terjadi oosit terjadi dalam embrio daam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, uvom yang sdah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dukeluarkan dari ovarium, proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi, sel ovum siap untuk dibuah oleh sel-sel spermatozoa dari pria, yang apabila berhasil bergabung akan membentuk zigot.

Ovarium berfungsi mengeluarkan hormone steroid dan peptide sepeti estrogen dan progesterone, kedua hormone ini penting dalamproses pubertas wanita dan cirri-ciri seks sekunder, estrogen danprogesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implementasi telur yang sudah dibuahi, selain intu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitary dalam mengatur siklus menstruasi.

Setelah telur diovulasikan, maka akan masak ke tuba fallupi dan bergerak pelan menuju rahim, jika dibuahi oeh sperma di tuba fallopi, sel telur akan melakukan implementasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah preoses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi , maka terjadikehamilan ektopik, dimana kehamilan tidak terjadi dirahim, perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.

Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun, setelah wanita tidak lagi menglami menstruasi lagi (menopause), sel telur tidak diproduksi lagi.

Sel-sel kelamin primordial
Sel –sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam embrionaldari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epithelium germinatium kira kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri, masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan emberi nutrient oogonium dan secara bersama sama membentuk folikel primordial.

Folikel primordial
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebnyak 200.000, sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kana-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel deGraff dimanan di dalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.

Oosit primer
Inti (nucleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n), satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom, satu kromosom terdiri dari dua kromatin, kromatin membawa ge-gen yang disebut DNA.

Pembelahan Miosis Pertama
Miosis terjadi didalam ovarium keitka folikel deGraaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom, satu set tetap lebih besar disbanding yang lain karena mengnadung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder, sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama, kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan menglami degenerasi.

Pembelahan miosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, jua terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya . setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanapa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salahsatu kromatid pada kromosom yang lain (pasangan). Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama,. Tetapi dengan bahan genetic yang polanya bebeda.

Oosit Sekunder
Pembelahan miosis kedua biasanya hanya terjadi apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum), oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua tau tiga badan poar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetic yang berbea, ketiga badanpolar tersebut secara normal mengalami degenerasi, ovum yang masak yang telah menglami fertilisasi mulai mengalami perkembangan em,brional.
Ketika embrio berumur 6 bulan oosit primer memasuki meiosis I, mulai dari tahap leptoten, zigoten dan sampai pakiten. Waktu bayi lahir meiosis I sudah menyelesaikan diploten profase. Meiosis berhenti dulu sampai disini, sampai anak wanita itu akil baligh pada umur sekitar 12-13 tahun. Ketika wanita sudah akil baligh meiosis I diselesaikan sampai diakinesis, dan waktu mau berovulasi meiosis II berlangsung sampai metaphase. Oosit sekunder ini berhenti mengalami meiosis, sampai ada kesempatan dibuahi. Kalau tak dibuahi meiosis II tak dilengkapi sama sekali. (Wildan Yatim, 1994. Hal. 82).

Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu:
a. Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel
b. Hormon LH (Luteinizing Hormone)
Berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pengeluaran sel ovum)
c. Hormon estrogen
Estrogen berfungsi menimbulkan sifat kelamin sekunder
d. Hormon progesteron
Hormon progesteron berfungsi juga untuk menebalkan dinding endometrium.

0 komentar:

Poskan Komentar