Selamat datang di blog Yudi Friansyah, Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk rekan semua

Jumat, 12 Agustus 2011

Uji Benedict

Posted by rafly 04.55, under | No comments

Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan hewan maupun dalam jaringan tumbuh-tumbuhan, dalam tumbuh tumbuhan karbohirat dihasilkna oleh fotosintesis, dan mencakup selulosa serta pati, pada jarinagn hewan karohidrat dalam bentuk glukosa dan glikogen.karbohidrat adalah polihidroksildehida dan keronpolihidriksil data nuronanya, selain itu ia juga disusun leh 2 sampai dengan 8 monosakarida yang di rujuk sebagai oligosakarida karbohidrat mempunyai rumus umum Cn (H2O)n, Rumus ini membuat para ahli kimia menganggap karohidrata adalah hidrat dari karbon, pada umumnya karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalampearut organic, tetapi larut dalam air, (kecuali beberapa polisakarida) karbohidrat dibagi dalam beberapa golongan yaitu: mnosakarida, disakarida, Oligisakarida dan polisakariada. Monosakarida adalah zat yang tidak dapat dihirolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana, monosakarida dapat dibedakan berdasarkan banyak atom C pada molekulnya misalnya: Triosa dengan 3 atom C, Terrosa dengan atom 4 C, penrosa dengan 5 ataom C, heksosa dengan 6 atom C, hepatosa dengan 7 atom C, selain itu dibedakan atas gugus Aldehide atau gugus keton yang dikandungnya aldosa dan kerosa.
Monosakarida meliputi glukosa, galaktosa, maltosa, fruktosa dan lain sebaginya
Disakarida adalah seyawa yang dapat dihidrolisis menjadi molekul dsakarida.

Oligisakarida adalah karbohidrat yang dapat diuraikan menjadi 2 sampai 10 molekul monosakarida. sedangkan Polisakarida adalah polimer yang terdiri atas unit-uit monosakarida dan bila dihidrolisis menghasilkan lebih dari 6 molekul monosakarida

Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula reduksi dalam suatu larutan ynag indicator yaitu adanya prubahan warna dasarnya menjadi merah bata, benedict reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa karbohidrat gula pereduksi dalam suatu cairan monosakarida yang bersifat reduktor dengan ditetska reagen akan menimbulkan endapanmerahbata(Sedangkan pungujian yang menggunakan iodium sebagi reagen yang dikenal sebagi uji iod, digunkan untuk memisahkan amilum atau pati yang terandung dalam larutan tersebut, reaksi ostifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru, wana yang dihasilkan akan diperkirakan hasil dari ikatan kompleks antara amilum denga iodine sedangkan dengan glikogen akan menghasilakan warna merah, selain mengujiadanya gula pereduksi juga dilakukan semacam kuantitatif karena semakin baik gula dalam larut maka semakin warna endapan.

Teori yang mndasari percobaan ini adalah penambahan asam organic pekat, misalanya h2so4 menyebabkan karbohidrat trhidrolisis menjadi monosakarida. Selanjutnya monosakarida jenis penrtosa akan mengalami dehidrasi denagn asam trsebut menjadi furfural, sementara golongan heksisosa menjadi hidroksi –multifurfural. Pereaksi molisch yang terdiri dari a-naftol dalam alcohol akan beraksi dengan fiurfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Uji ini bukan uji spesifik untuk karbohidrat,walaupun hasil reaksi negative mnunjukan bahawa larutan yang diperiksa tidak mengandung karbiohidrat, warna ungu merah-merahan menyatakan reeaksi positif, sedangkan warna hijau adlaah negatisf.

Untuk kegiatan praktikum kedua yang mendasari percobaan uji iodium adalah penambahan iodium pada suatu polisakarida aan menyebabkan terbentuknya kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Amilum atau pati denga iodium menghasilkan warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur, glikogen dan sebagian pati yang terhidrlisis bereaksi dengan iodum membentuk merah coklat.

Pada uji benedict, teori yang mendasarinya adalah gula yang mengandung gugus aladehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis menjadi Cu+,yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata.

Sedangkan teori yang mendasari hidrolisis pati dan sukrosa adalah pati (starch) tau amilum merupakan polisakarida yang terdapat pada sebagian besar tanaman, terbagi menjadi dua fraksi ayaitu amilosa adan amilopektin, Amilosa (+-20%) memiliki struktur linir denga iodium memberikan warna warna biru serta larut dalamair, fraksi yang tidak larut disebut amilofekti (+-80%) daengan struktur bercabang. Dengan penambahan iodium fraksi memberikan warna ungu sampai merah. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan akan terhidrolisis dapat dengan iodium dan menghasilkan warna biru sampai tidak berwarna. Hasil akhir hidrolisis dapt ditegaskan dalam uji benedict.

Sukrosa olej HCL dalam keadaan panas akan terhidolisis, lalu mengasilkan glukosa dan fruktosa, hal ini menyebabkan uji benedict yang seblum hidrolisis memberiakan hasl negative menjadi positif.pada uji hidrolisis pati inin dilakukan uji benedict supaya dapat mngidentifikasi menosakarida-monosakarida yang terbentuk(glukosa dan fruktosa)Fessenden 1997).

0 komentar:

Poskan Komentar