Selamat datang di blog Yudi Friansyah, Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk rekan semua
Tampilkan postingan dengan label Biologi Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

Bunga Bangkai

Posted by rafly 05.24, under | No comments

Kita tentunya sudah sering mendengar nama bunga bangkai, namun saya yakin masih banyak diantara anda yang belum pernah melihatnya, apalagi memakannya! Ya, dimakan! Yang akan kita bahas bukanlah bunga bangkai Rafflesia arnoldii yang berbentuk ceper seperti piring dan endemik Bengkulu, melainkan bunga bangkai dari genus Amorphophallus yang bentuknya seperi corong yang menjulang ke atas. Nama genus Amorphophallus sendiri berasal dari dua kata Yunani amorphos dan phallos. Kata pertama berarti “tak berbentuk”, dan kata kedua artinya “penis”. Nama ini mengacu pada spadix bunga bangkai yang dianggap mirip alat kelamin pria.

Kingdom : Plantae
(Informal) : Spermatophyta
(Informal) : Monocotyledonae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Familia : Araceae
Sub Familia: Aroideae
Tribe : Thomsonieae
Genus : Amorphophallus

Jangan menyangka bahwa bunga bangkai adalah tumbuhan yang langka, nyatanya kita dapat membeli bunga bangkai di pasar Keputran. Jika sempat bermain ke pasar, tanyalah kepada penjual umbi-umbian nama suweg, mbote, atau iles-iles. Itu adalah umbi bunga bangkai yang untuk mendapatkannya, kita cukup mengeluarkan Rp 1000,-. Iles-iles (Amorphophallus konjac) dimanfaatkan untuk membuat konyaku (jelly asal Jepang) dan bahkan jika difermentasi akan menghasilkan minuman beralkohol yang harganya lumayan mahal. Jika punya sebotol Hennesy X.O (eXtra Old), anda akan melihat tulisan “cognac”. Itu mengacu pada A. konjac yang merupakan bahan bakunya. Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) tidak kalah menariknya. Setelah diproses untuk menghilangkan getahnya yang gatal (karena mengandung kalsium oksalat / CaC2O4) dengan cara dicuci dengan air garam atau asam sitrat,direbus dan dibumbui, suweg sangatlah nikmat untuk dikonsumsi. Selain itu, suweg juga bisa dijadikan keripik dengan cara dipotong tipis-tipis, dijemur, dibumbui, lalu digoreng kering. Bahkan, bunga dari bunga bangkai ini juga bisa dikonsumsi dengan cara dipotong menjadi lembaran-lembaran seukuran telapak tangan, kemudian ditumis. Rasanya mirip sekali dengan jamur kuping.

Jika berniat untuk menanam bunga bangkai di halaman rumah (jangan khawatir karena sebenarnya bunga bangkai tidak berbau busuk, hanya saja mirip terasi), siapkanlah gentong berdiameter 50 cm yang sudah diisi media berupa tanah yang porous (gembur). Campurkanlah pupuk NPK butiran sebanyak 3 atau 4 sendok makan ke dalam tanah dan aduk hingga rata. Kemudian, pilihlah umbi bunga bangkai yang ingin anda tanam, bisa berupa suweg atau mungkin bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanium. Tanam umbi sedalam 5-10 cm. Nantinya umbi akan mengeluarkan batang selama musim kemarau, dan jika persediaan makanan sudah mencukupi, niscaya ia akan berbunga pada musim penghujan. Jika cadangan makanan belum terpenuhi, ia akan mengumpulkan lagi pada musim kemarau berikutnya, dan seterusnya sampai memiliki cukup cadangan makanan untuk berbunga. Penulis sendiri telah mencoba menanam berbagai jenis bunga bangkai dan berhasil membungakan beberapa diantaranya, yakni A. gigas, A. paeoniifolius, A. konjac, A. beccarii, dan A. borneensis.
Read More..
READ MORE - Bunga Bangkai

Sterilisasi

Posted by rafly 05.02, under | No comments

Sterilisasi adalah proses untuk membunuh suatu jasad renik yang ada sehingga jika ditumbuhkan suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak sterilisassi harus dapat membunh jasad renik yang paling than panas yaitu spora bakteri.
Macam-macam sterilisasi yaitu:
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
1. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) yaitu megunakan suatu jaringan yang berpori sangat kecil (0.22mikron atau 0.45 mikron), sehingga mikroba terthan pada jarring tersebut, proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka terhadap panas seperti enzim dan antibiotic, ditekan dengan gaya sentrifugan atau pompa paum.(http://ekmon saurus.blogspot.com)contoh lain dari sterilisasi ini yaiotu untuk mensterilkan serum darah, toksin, larutan garam fisiologis yang tidak dapat disterilkan dengan pemanasan tinggi digunakan filter bakteri misalnya berkeled filter,chambeland filter.
2. Sterilisasi secara fisk dapat dilakukan dengan pemanasan dan penyinaran.
a. Pemijaran
Pemijaran (dengan menggunkan api langsung) membakar alat pada api langsung. Contoh alat : jarum inokokum, pinset, batang L dll
b. Panas kering
Sterilisasi dengan oven kira-kira 60-180 C, sterilisasi ini cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya: tabung reaksi, dll.
c. Uap air panas
Konsep ini kirip dengan mengkukus bahna yang mengandung air lebih cepat menggunalkan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d. Uap air panas brtekanan
Yaitu menggunakan uap air jenuh bertekanan tinggi pada suhu 121 C selama 15 menit (hadioetomo 1985)
Cara-cara pemanasan dapat memunuh jasad renik atu mikroorgansme terutama karena panas basaah dapat menyebabkan denoturasi protein termasuk enzimp-enzim didalam sel.
e. Pemanasan bertahap
Pemanasan bertahap dilakukan pada media atau bahan kimia tahan terhadap uap 100C (Lay dan Hastowo 1992)., pemanasan berthap (tindalisasi) dilakukan dengan cara memanaskan medium atau larutan mengunakan uap selama sat jam seiap hari berturut-turut, wakt inkubasi diantara dua proses pemansasan sengaja diadakan supaya spora dapat bergermminasi menjadi sel vegetatif sehngga mudah dibunh pad apemanasan berikutmnya. (Fardiaxz 1992).
f. Perebusan
Merupakan pemansan didalam air atau uap air pada suhu 100C selama beberapa menit(Fardiaz1992). Pada suhu ini sel vegetatif dimatikan seadangkan spora belum dapat dihilangkan. Beberapa bakteri tertentu tahan terhadap suh perebusan ini isalnya Clastriclum ferfringen dan Clastridum batilinum tetap hidup meskipun direbus selama beberapa jam (lay dan Hastowo 1992)
g. Radiasi Ionoisasi
Radiasi yang mengandung energi yang jauh lebih tinggi daripada sinar ultraviolet, oleh karenaitu mempunyai day desinfiktan yang lebih kuat, salah satu contoh radiasi ionisasi adalah sinar gama yang dipancarkan dari kobait.(fardiaz 1992)
Radiasi dengan sinar gama dapat menyebabkan ion bersidfat hiper aktif (lay dan hastowa). (http://azellyyaxs.blogspot.com/2008/sterilisasi alat_dan_bahan_html)
h. Radiasi sinar ultraviolet
Sinar ultraviolet dengan panjang gelombang yang pendek memiliki daya aniti microbial yang asangat kuat, daya kerjanya adalh absorpsi oleh asam nukleat tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan sel, kerusakan tersebut dapat diperbaiki bila disinari dengan beras yang mempunyai gelombang yang lebih panjang. (Lay dan Hastowo 1992)
3. Penambahan bahan kimia
Menurut lay dan hastowo 1992 bahan yang menjadi rusak bila disterilkan pada suhu yang tinggi dapat disterilkan secara kimiawi denagn menggunakan gas bahna kimia yang sering digunkan antara lain :
a. Alkohol
Daya kerja nya adalah mengkoagulasikan protein, cairan alcohol yan umum di gunakan berkonsentrasi 70-80 % karena konsentrasi yang lebih tinggi atau rendah kurang efektifd.
b. Khlor
Gas khlor dengan air akan menghasilkan ion yang akan mengakogulasikan protein sehingga membrane sel rusak dean terjadi inaktivasi enzim.
c. Yodium
Daya kerja adalah bereaksi denga tyrosin serta asam amino dengan enzim atau protein mikroorganisme.
d. Formal dehida 8%
Merupakan konsentrasi yang cukup ampuh mematikan sebagian besar mikroorganisme, daya keranya adalah berkaitan dengan amino dalam protein mikrobia.
e. Gas Etilin oksida
Gas ini dgunakan terutam untuk mensterilakn bahan yang dibuat dari plastic.sterilisasi bahankimia digunakan alcohol 70% menurut (Gupte 1990) etil alakohol sangat efektif pada kadr 70% daripada 100% dan ini tidak membunuh spora sterilisasi dengan menggunakan alcohol dlakukan pad aproses pembuatan kultur stok dan teknik isolasi.
Alkohol 70% disemprotkan pad atangan praktikum dan alat alat seperti makro pipet,. Menurut Volk dan Wheer (1988) alcohol apabila di gunakn pada kulit kontaknya terlalu pendek untuk menimbilkan banyak efek gernisisda dan alcohol segera menguap karena sifatnya mudah menguap
Read More..
READ MORE - Sterilisasi

Uji Benedict

Posted by rafly 04.55, under | No comments

Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan hewan maupun dalam jaringan tumbuh-tumbuhan, dalam tumbuh tumbuhan karbohirat dihasilkna oleh fotosintesis, dan mencakup selulosa serta pati, pada jarinagn hewan karohidrat dalam bentuk glukosa dan glikogen.karbohidrat adalah polihidroksildehida dan keronpolihidriksil data nuronanya, selain itu ia juga disusun leh 2 sampai dengan 8 monosakarida yang di rujuk sebagai oligosakarida karbohidrat mempunyai rumus umum Cn (H2O)n, Rumus ini membuat para ahli kimia menganggap karohidrata adalah hidrat dari karbon, pada umumnya karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalampearut organic, tetapi larut dalam air, (kecuali beberapa polisakarida) karbohidrat dibagi dalam beberapa golongan yaitu: mnosakarida, disakarida, Oligisakarida dan polisakariada. Monosakarida adalah zat yang tidak dapat dihirolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana, monosakarida dapat dibedakan berdasarkan banyak atom C pada molekulnya misalnya: Triosa dengan 3 atom C, Terrosa dengan atom 4 C, penrosa dengan 5 ataom C, heksosa dengan 6 atom C, hepatosa dengan 7 atom C, selain itu dibedakan atas gugus Aldehide atau gugus keton yang dikandungnya aldosa dan kerosa.
Monosakarida meliputi glukosa, galaktosa, maltosa, fruktosa dan lain sebaginya
Disakarida adalah seyawa yang dapat dihidrolisis menjadi molekul dsakarida.

Oligisakarida adalah karbohidrat yang dapat diuraikan menjadi 2 sampai 10 molekul monosakarida. sedangkan Polisakarida adalah polimer yang terdiri atas unit-uit monosakarida dan bila dihidrolisis menghasilkan lebih dari 6 molekul monosakarida

Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula reduksi dalam suatu larutan ynag indicator yaitu adanya prubahan warna dasarnya menjadi merah bata, benedict reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa karbohidrat gula pereduksi dalam suatu cairan monosakarida yang bersifat reduktor dengan ditetska reagen akan menimbulkan endapanmerahbata(Sedangkan pungujian yang menggunakan iodium sebagi reagen yang dikenal sebagi uji iod, digunkan untuk memisahkan amilum atau pati yang terandung dalam larutan tersebut, reaksi ostifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru, wana yang dihasilkan akan diperkirakan hasil dari ikatan kompleks antara amilum denga iodine sedangkan dengan glikogen akan menghasilakan warna merah, selain mengujiadanya gula pereduksi juga dilakukan semacam kuantitatif karena semakin baik gula dalam larut maka semakin warna endapan.

Teori yang mndasari percobaan ini adalah penambahan asam organic pekat, misalanya h2so4 menyebabkan karbohidrat trhidrolisis menjadi monosakarida. Selanjutnya monosakarida jenis penrtosa akan mengalami dehidrasi denagn asam trsebut menjadi furfural, sementara golongan heksisosa menjadi hidroksi –multifurfural. Pereaksi molisch yang terdiri dari a-naftol dalam alcohol akan beraksi dengan fiurfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Uji ini bukan uji spesifik untuk karbohidrat,walaupun hasil reaksi negative mnunjukan bahawa larutan yang diperiksa tidak mengandung karbiohidrat, warna ungu merah-merahan menyatakan reeaksi positif, sedangkan warna hijau adlaah negatisf.

Untuk kegiatan praktikum kedua yang mendasari percobaan uji iodium adalah penambahan iodium pada suatu polisakarida aan menyebabkan terbentuknya kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Amilum atau pati denga iodium menghasilkan warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur, glikogen dan sebagian pati yang terhidrlisis bereaksi dengan iodum membentuk merah coklat.

Pada uji benedict, teori yang mendasarinya adalah gula yang mengandung gugus aladehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis menjadi Cu+,yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata.

Sedangkan teori yang mendasari hidrolisis pati dan sukrosa adalah pati (starch) tau amilum merupakan polisakarida yang terdapat pada sebagian besar tanaman, terbagi menjadi dua fraksi ayaitu amilosa adan amilopektin, Amilosa (+-20%) memiliki struktur linir denga iodium memberikan warna warna biru serta larut dalamair, fraksi yang tidak larut disebut amilofekti (+-80%) daengan struktur bercabang. Dengan penambahan iodium fraksi memberikan warna ungu sampai merah. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan akan terhidrolisis dapat dengan iodium dan menghasilkan warna biru sampai tidak berwarna. Hasil akhir hidrolisis dapt ditegaskan dalam uji benedict.

Sukrosa olej HCL dalam keadaan panas akan terhidolisis, lalu mengasilkan glukosa dan fruktosa, hal ini menyebabkan uji benedict yang seblum hidrolisis memberiakan hasl negative menjadi positif.pada uji hidrolisis pati inin dilakukan uji benedict supaya dapat mngidentifikasi menosakarida-monosakarida yang terbentuk(glukosa dan fruktosa)Fessenden 1997).

Read More..
READ MORE - Uji Benedict

Sabtu, 06 Agustus 2011

Biologi Umum

Posted by rafly 21.41, under | No comments

Biologi Umum
Pengertian Biologi
Kata biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu; “Bios” berarti “hidup” dan “Logos” berarti “ilmu” atau “belajar tentang”. Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang hidup serta masalah-masalah yang menyangkut hidupnya. Karena telah merupakan kenyataan, sesungguhnya sejak permulaan kehidupannya di bumi ini, manusia telah dihadapkan pada masalah-masalah yang senantiasa berhubungan dengan kehidupannya.
Seperti ilmu-ilmu yang lain, biologi juga merupakan suatu data penyelidikan tentang kejadian-kejadian serta masalah-masalah yang perlu untuk dimengerti dan dipecahkan. Misalnya saja penyakit, kebersihan, makanan dan sebagainya.
Timbulnya masalah itu menyebabkan manusia berpikir untuk mencari sebab-sebabnya yang diteruskan dengan cara-cara pemecahannya. Jadi sesungguhnya biologi itu timbul dari rasa ingin tahu terhadap dirinya dan kehidupan-kehidupan lainnya.
Biologi mempelajari semua makhluk hidup tidak saja tumbuhan dan binatang yang hidup di bumi sekarang ini, tetapi juga tumbuhan dan binatang yang telah hidup di masa lampau. Dengan demikian definisi yang lebih baik dari biologi adalah “ilmu tentang makhluk hidup”.
Para ahli biologi telah menggambarkan dan memberi nama hampir satu setengah juta jenis tumbuhan dan binatang yang masih hidup, serta mereka telah menggambarkan dan memberi nama hampir satu juta tumbuhan dan binatang yang telah hidup dan mati pada masa lampau.
Secara morfologis dan anatomis diantara makhluk hidup itu sendiri terdapat perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan.Coba perhatikan perbedaan antara tumbuhan, binatang, dan manusia, tentunya banyak sekali perbedaan-perbadaannya.
Biologi juga ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara makhluk hidup dengan yang lainnya. Misalnya, apakah kita akan melindungi rusa-rusa yang hidup di hutan dengan membunuh harimau-harimaunya?. Tampaknya demikianlah jalan yang paling baik, tetapi kita harus ingat bahwa dengan tidak adanya harimau yang memangsa rusa, maka perkembang biakan rusa tersebut akan berjalan sangat cepat. Hal ini dapat mengakibatkan tumbuh-tumbuhan makanan rusa yang ada di hutan akan habis dimakan oleh rusa itu, yang pada selanjutnya rusa-rusa tersebut akan mencari makanan keluar hutan. Dalam pencarian makanan tersebut besar kemungkinan rusa-rusa itu merusak lahan pertanian yang diusahakan penduduk. Jadi di sini dapat kita lihat bahwa dengan membunuh harimau tersebut kita telah merusak keseimbangan alam.
Dengan uraian di atas, sekarang kita akan dapat menduga bahwa biologi adalah juga mengenai kita, kehidupan kita, kelakuan kita, kesehatan kita dan bahkan masa depan kita, karena seperti ilmu-ilmu lainnya biologi menekankan pada masa yang akan datang.
Dengan kemajuan-kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia, akhir-akhir ini telah banyak penemuan-penemuan baru yang dapat diperunakan oleh umat manusia untuk kesejahteraannya seperti dibidang kesehatan, pertanian, perikanan dan sebagainya.

Read More..
READ MORE - Biologi Umum