Selamat datang di blog Yudi Friansyah, Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk rekan semua
Tampilkan postingan dengan label Reproduksi Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reproduksi Biologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

Oogenesis

Posted by rafly 04.49, under | No comments

Oogenesis adalah proses pembentukan, perkembangan pematangan oosit hingga mampu dibuahi, oogenesis berlangsung dalm ovarium dibawah control hormone gonadotropin, kelenjar hipofisis menghasulan hormone FSH yang merangsang etumbuhan sel-sel folikel dikelilingi ovum, ovum yang matang di selubungi sel sel folikel yang disebut folikel deGraaf, folikel degraaf menghasilkan hormone estrogen, hormone estrogen merangsang kelenjar ipofisis untuk mengekresikan hormone LH, hormone LH merangsang terjadinya ovulasi, selanjutnya folikel yangsudah kosong dirangsang oleh Lh untuk enjadi badan kuning atau kopus luteum, korpus luteum kemmudian menghasilkan hormone progesterone yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH, kemudian korpus leuteum mengecil dan menghilang, sehingga akhirnya tiak membentuk progesterone lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali. (Wildan yatim, 1994)

Di dalam janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium, oogonium akan berkembang menjadi oosit primer, saaat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase, pada pembelahan miosis, oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas (http://wikipedia/embriolog/ovarium.htm)
Ovarium menghasilkan ovum, ovarium disebut jugan dengan indung telur, letak ovarium disebelah kiri dan akanan rongga perut bagian bawah, ovarium berhasil memproduksi sel telur jika wanita telah dewasa dan menglami siklus menstruasi, setelah sel telur masak, akan terjadiovulasi yaitu pelepasan sel telur dan ovarium, ovulasi terjadi setian 28 hari, sel telur disebut juga dengan ovum.
Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina pada hewan dan manusia, pada mahluk vertebrata termasuk manusia, mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormone, sebagian besar burung hanyamemiliki satu ovarium, yang dapat berfungsi dengan baik, dan ular memiliki ovarium yang terususun baris.

Fungsi
Di dalam ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis), didalamproses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel, pada manusia perkembangan oogenesis dari oogonium terjadi oosit terjadi dalam embrio daam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, uvom yang sdah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dukeluarkan dari ovarium, proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi, sel ovum siap untuk dibuah oleh sel-sel spermatozoa dari pria, yang apabila berhasil bergabung akan membentuk zigot.

Ovarium berfungsi mengeluarkan hormone steroid dan peptide sepeti estrogen dan progesterone, kedua hormone ini penting dalamproses pubertas wanita dan cirri-ciri seks sekunder, estrogen danprogesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implementasi telur yang sudah dibuahi, selain intu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitary dalam mengatur siklus menstruasi.

Setelah telur diovulasikan, maka akan masak ke tuba fallupi dan bergerak pelan menuju rahim, jika dibuahi oeh sperma di tuba fallopi, sel telur akan melakukan implementasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah preoses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi , maka terjadikehamilan ektopik, dimana kehamilan tidak terjadi dirahim, perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.

Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun, setelah wanita tidak lagi menglami menstruasi lagi (menopause), sel telur tidak diproduksi lagi.

Sel-sel kelamin primordial
Sel –sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam embrionaldari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epithelium germinatium kira kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri, masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan emberi nutrient oogonium dan secara bersama sama membentuk folikel primordial.

Folikel primordial
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebnyak 200.000, sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kana-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel deGraff dimanan di dalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.

Oosit primer
Inti (nucleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n), satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom, satu kromosom terdiri dari dua kromatin, kromatin membawa ge-gen yang disebut DNA.

Pembelahan Miosis Pertama
Miosis terjadi didalam ovarium keitka folikel deGraaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom, satu set tetap lebih besar disbanding yang lain karena mengnadung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder, sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama, kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan menglami degenerasi.

Pembelahan miosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, jua terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya . setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanapa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salahsatu kromatid pada kromosom yang lain (pasangan). Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama,. Tetapi dengan bahan genetic yang polanya bebeda.

Oosit Sekunder
Pembelahan miosis kedua biasanya hanya terjadi apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum), oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua tau tiga badan poar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetic yang berbea, ketiga badanpolar tersebut secara normal mengalami degenerasi, ovum yang masak yang telah menglami fertilisasi mulai mengalami perkembangan em,brional.
Ketika embrio berumur 6 bulan oosit primer memasuki meiosis I, mulai dari tahap leptoten, zigoten dan sampai pakiten. Waktu bayi lahir meiosis I sudah menyelesaikan diploten profase. Meiosis berhenti dulu sampai disini, sampai anak wanita itu akil baligh pada umur sekitar 12-13 tahun. Ketika wanita sudah akil baligh meiosis I diselesaikan sampai diakinesis, dan waktu mau berovulasi meiosis II berlangsung sampai metaphase. Oosit sekunder ini berhenti mengalami meiosis, sampai ada kesempatan dibuahi. Kalau tak dibuahi meiosis II tak dilengkapi sama sekali. (Wildan Yatim, 1994. Hal. 82).

Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu:
a. Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel
b. Hormon LH (Luteinizing Hormone)
Berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pengeluaran sel ovum)
c. Hormon estrogen
Estrogen berfungsi menimbulkan sifat kelamin sekunder
d. Hormon progesteron
Hormon progesteron berfungsi juga untuk menebalkan dinding endometrium.

Read More..
READ MORE - Oogenesis

Lalat Buah (drosophila melanogaster)

Posted by rafly 04.38, under | No comments


Tanaman hortikultura yang terdiri darisayuran dan buah buahan merupakan salahsatu tanaman andalan bagi masyarakat inbdonesia sebagia bahan pangan, karena melalui biah dan sayuran masyarakat bisa memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan sehari hari. Karena merupakan kebutuhan sehari hari maka banyak masyarakat yang beusaha meneanm tanaman tersebut disekitar pekaeangan rumah atau dikebun, tetapi seringkali apa yang ditanam menjadi rusak atau bahkan tidak dapat dimakan sama sekali karena gangguan hama. Masalah kerusakan tanaman akibat adanya gangguan dari pesaing pesaing yang berupa binatang yang ikut memakan tanaman yang diusahakan dapat menurunkan kualitas dan kuantitas makanan yang dihasilkan, secara kualitas mmisalnya lalat buah menyebabkan buah jamabu menjadiberulat sehigga tidajk dapat dimakan sedangkana cara kuantitas lalat buah menyebabkan kerontokan buah sehingga hasila yang didiapatkan berkurang. Karena itu binatang pesaing yang memakan tanaman nersebut kita sebut hama yang mrugikan dan keberadaanya tidak dinginkan.

Drosphila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang dapat di temukan dibuahbuahan busuk. Drosphila telah digunakan secar betahunb tahun dalam kajian genetika dan perilaku hewan. Berikut merupakan klasifikasi dari drosophila melaogaster (boror, 1992)

Selain tiu, drosophila juga diklasifikasikan kedalam sub ordo cyclophorpha (pengelompokan lalt yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hools) dan termasuk keda;am seri acaliprata yatu imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa (Wheeler 1981)

Lalat dan arthrophoda lainya mempunyai konbtruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. Sgmen ini menyususn tubuh utama yaitu : kepala, thoraxs, danj abdomen. Seperti hewan simetris bilaterlal lainya, drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior ( kepala-ekor) dan poros dorsoventral ( penggung-perut) pad drosophila, determinan sitoplasnik yang sudahj ada di dalam telur member infomasi posisional untuk penempatan kedua poros ini, bahkan sebalum vertilisasi. Setelah vertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya kan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.

Adapaun ciri lain dari drosophila melanogaster :
  • Warna tubuh kuning kecoklatyan dengan cingcin berwarna hitam di tubuh bagian belakang,
  • Berukuran kecil antara 3-5 mm
  • Urat tepi sayap ( costalvein) mempunyai dua bagianyang terinteruptus dekat daenga tubuhnya.
  • Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.
  • Crovein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.
  • Mata majemuk berbentuk bulat agak elips dan merah.
  • Terdap mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil disbanding mata mejmuk
  • Thorax berbulu bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen 5 dan bergaris hitam.
  • Sayap panjang berwarna transparan dan posisi bermula dari thorax.

Struktur Tubuh Lalat Buah
ciri-ciri lalat buah (bactrocera sp) adalah sebagai berikut ;
  1. Lalat buah mempunyai tubuh yang berbuku-buku, baik ruas tbuh utama maupun alat tambahan, misalnya kaki dan antenna, sebagaianggota kelas serangga, lalat buah mempunyai tiga bagian tubuh, yaitu kepala, rongga dada (torak), dan perut (abdomen), lalat buahjuga mempunyai tiga pasang kaki yang muncul pada ruas-ruas toraknya.
  2. Sebagia anggota ordo diptera, lalat buah hanya mempnyai dua buah sayap, sayap yang berkembang adlah sayap bagian depan, sayap belakang mengecil dab berubah bentuk menjadi aalat keseimabanagan yang disebut dengan halter, halter ini berbentuk kepala korek api, pada permukaanya terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi sebagai indra penerima rangsang dari lingkungan, terutama kekuatan aliran udara.
  3. Lalat buah mengalami perubahan bentuk tubuh atau metamorfosis secara sempurna (holometabola) pada tipe metamorfosis ini, lalat buah akan mengalami tahap telur, larava, pupa (kepompong) dan lalatdewasa dalam satusiklus kehidupanya.
  4. Alat mulut, tipe lalat buah dewasa bertipe penjilat-penerap, apabia dilihat sepintas, bentuknya menyerupai alat penyedot debu, berupa suatu salran yang bagian ujungnya melebar, sementara lalat mulut larva lalatbuah buah berupa mandibula yang berbentuk kait berlubang.
  5. Lalat dewasa memiliki bercak-bercak atau bintik-bintik hiasan warna hitam, putih atau kekuning kuningan pada sayapnya, sayapnya sendiri transparan, badanya pada beberapa bagian berwarna hitam, kemerah-merahan atau kekuning-kuningan, pada ruas belakang badan terdapat alat peletak telur atau ovivositor sama seperti serangga lain, namun bentuknya pipih.

Read More..
READ MORE - Lalat Buah (drosophila melanogaster)

Keajaiban Penciptaan Telur

Posted by rafly 04.17, under | No comments

Bagaimana Telur di Ciptakan?????

Tak dipungkiri telur merupakan sebuah keajaiban besar di alam yang mengandung zat gizi sempurna untuk kehidupan embrio ternak unggas. Meskipun begitu, untuk dapat menghasilkan bakal anak, telur harus mendapatkan lingkungan yang nyaman (comfort zone) supaya embrio yang ada di dalamnya dapat berkembang dengan baik dan menetas pada waktunya. Biasanya sang induk akan mengerami telur secara alami atau bisa juga menggunakan mesin tetas.
Sebelumnya, sang induk harus menyediakan sejumlah 'makanan' yang cukup di dalam telur untuk perkembangan embrio rnulai dari awal peneloran sampai embrio bertumbuh menjadi seekor anak ayam dan menetas.

Uniknya, perkembangan embrio unggas terjadi di luar tubuh induknya. Dengan kata lain, sejak telur terpisah dari induknya, embrio akan berkembang dengan memanfaatkan zat putih telur dan kuning telur yang ada di dalam telur. Subhanallah, inilah kebesaran Allah yang diperlihatkan dalam sebutir telur.

Bandingkan dengan embrio manusia yang terus menerus menerima suplai makanan dari ibunya di dalam rahim, normalnya selama 9 bulan 10 hari. Sedikit saja supiai makanan terganggu, maka pertumbuhan janin juga akan terganggu, dan tidak jarang berdampak fatal bagi sang janin.

Begitu berhasil memecahkan kerabang, anak ayam akan bercuap-cuap untuk pertama kalinya. Inilah tasbih-nya anak ayam. Bukankah semua makhluk yang ada di muka bumi bertasbih mensucikan nama Tuhan. Firman Allah, "Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepadaNya bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan burung (pun bertasbih) dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS An Nur ; 41). Ayat yang senada juga menjadi ayat pertama dalam tiga surat lain di dalam Al Quran, yaitu surah Ash Shaff, Jumu'ah, dan At Taghabun.

Ya Allah, sungguh dalam sebutir telur ayam yang kecil mungil terserak pelajaran penting yang bila diamati seyogianya akan membuat kita bertafakkur dan takjub akan kemahabesaran Allah Maha Pencipta. Wallahu a'lam.

Read More..
READ MORE - Keajaiban Penciptaan Telur

Fertilisasi

Posted by rafly 04.08, under | No comments

Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air. Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak). Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial), misalnya hewan dari kelompok reptile dan aves.

Secara umum kelas vetebrata memiliki cara perkembangan fertilisasi yang berbeda-beda seperti yang ditulis oleh salah seorang guru dari sebuah situs online menyatakan bahwa :
Mamalia : Setelah fertilisasi internal, ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya, yaitu dengan cara ovipar, vivipar dan ovovivipar.
Ovipar (Bertelur) : Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil.
Vivipar (Beranak) : Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui), misalnya kelinci dan kucing.
Ovovivipar (Bertelur dan Beranak) : Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu.
Reproduksi Ikan

Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Saat akan bertelur, ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan. Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu.
Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 – 40 jam. Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari sisa kuning telurnya, yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang masih jernih. Dari sedemikian banyaknya anak ikan, hanya beberapa saja yang dapat bertahan hidup.

Reproduksi Amfibi (Amphibia)
Kelompok amfibi, misalnya katak, merupakan jenis hewan ovipar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Pada saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Sebelumnya, ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.
Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru, serta celah-celah insang mulai tertutup. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan.

Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi, mulailah terjadi metamorfosis. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air, sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada saat itu, anak katak bernapas dengan dua organ, yaitu insang dan paru-paru. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai.
Reproduksi Reptil (Reptilia)
Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.

Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.
Reproduksi Burung (Aves)
Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka. Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.

Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.

Read More..
READ MORE - Fertilisasi